Pengalamanku Terkena Cacar Air

Hi everyone, I want to share my experience about one of unforgettable moment in my life. The moment happened when I was a college student. I was affected by “Chickenpox”, atau yang biasa dikenal dengan sebutan “Cacar Air”. So, kali ini aku akan share semua pengalaman aku menghadapi cacar air, mulai dari gejala awalnya sampai aku benar-benar sembuh dari penyakit ini dan aku rasa aku berhasil menghadapinya dengan baik. But firstly, aku mau sampaikan buat kamu yang lagi baca tentang ini dan sedang berhadapan dengan cacar air, “Jangan panik berlebihan ya, kamu pasti mampu menghadapinya !’’. Oke langsung aja, dari info yang aku baca Cacar Air itu penyebab utamanya adalah Virus, lebih tepatnya Virus Varicella Zoster. Waktu itu jadwal kuliahku padat banget, makan nggk teratur dan badan lagi kurang fit. Kebetulan sore itu waktu dimana aku merasa badan aku lelah banget, lelahnya beda dari biasanya, pokoknya lelah selelah-lelahnya. Selain lelah aku juga merasa sakit kepala, rasanya kepala tu berat banget, Selain itu badan aku lumayan hangat/demam, jadi bawaan nya mau istirahat, baring, sampai aku akhirnya benar-benar ketiduran, berharap saat bangun aku udah nggk ngerasain sakit lagi. Keesokan harinya gejala yang aku alami itu sembuh total, aku tidak merasakan sakit lagi, aku sangat bersyukur karena kupikir sakit kemaren hanya kelelahan. Karena nggk merasakan sakit lagi aku ngelakuin aktifitas kaya biasa, nahhhh pas aku mau pakai body lotion aku ada liat di kaki aku tepatnya di satu jengkal dibawah lutut ada satu ruam kecil dan itu berair. Karena aku orang yang biasa positif thinking haha jadi aku pencet sampai keluar airnya dan bener-bener nggk mikir apa-apa sama sekali karena iseng aja. Beruntungnya, ruam itu nggk berbekas sampai sekarang. Aku lumayan juga penasaran, lalu aku tanya sama sepupu aku, “Ge kira-kira ini kenapa ya?’’. Terus gege kaget dan langsung bilang, “Itu cacar Vi!, aku pernah liat temanku kena cacar dan persis banget bentuk nya”. Aku yang minim akan pengalaman kaya nggk percaya dan tidak merasakan sakit seperti kemaren, memutuskan menelpon keluarga di rumah, aku disaranin buat ke dokter, kebetulan kakak aku perawat, jadi dia meyakinkan aku, “Cacar Air atau bukan, yang penting ke dokter dulu, karena kalau kena Cacar Air kalau cepat ditangani itu bisa mengurangi efek virusnya buat lebih menyerang tubuh lagi!”. Menurut kakakku walaupun sakit yang kualami tidak lebih dari sehari tetapi ruam-ruam yang muncul dapat mengganggu penampilan. Tapi sebelum aku menderita ruam kedua-ketiga-dan seterusnya muncul aku langsung pergi kedokter di dekat rumah, SEGERA. And yupsss dokter menyatakan bahwa aku kena cacar air. Aku diberikan obat dan salep dan biayanya sekitar 255ribu. Obatnya adalah : 1. Acyclovir 400 MG Tablet, 2. Acyclovir 200 MG tablet 3. Vitamin 4. Salep Acyclovir
Aku sarankan buat pergi ke dokter karena obat tersebut harus sesuai dengan petunjuk dokter baik dari segi dosis penggunaan dan aturan pakai. Oh iya, ada mitos yang paling berkembang di masyarakat tentang yang kena cacar air nggk boleh mandi, jadi itu beneran MITOS guys, malah dokter menyarankan untuk yang menderita cacar air agar selalu menjaga kebersihan diri dengan mandi teratur atau bahkan lebih sering dari biasanya. Karena penanganan yang cepat, walaupun aku juga sebenarnya kurang cepat , cacar yang kualami tidak parah atau ruam-ruman yang muncul tidak terlalu banyak, bahkan diwajah ku ruamnya kecil dan cepat sekali mongering dan akhirnya mudah terkelupas dengan sendirinya, sepertinya karena pengaruh obat, walau ruam nya menghilang dalam waktu kurang lebih seminggu lumayan mengganggu kecantikan ku hehehe… Walaupun misalnya ruam yang kalian alami cukup banyak jangan langsung panik ya. Kalau aku lebih memilih untuk tetap berpikir positif, rutin minum obat dan selalu mengoleskan salep yang di berikan dokter ke beberapa ruam cacar air nya. Selain ke dokter, menghindari stress dan panik, aku memilih cari semua informasi tentang cacar air di internet dan konsultasi dengan temanku yang sebelumnya pernah kena cacar. Jangan pernah sengaja memencet ruam-ruam yang berair, kaya yang pernah aku lakuin waktu pertama kali. Karena berpotensi mengakibatkan bekas bahkan berlubang di kulit. Syukurnya aku menahan diri untuk tidak memencet apalagi dibagian wajah jadi tidak ada bekas cacar air yang berbekas. Selain itu aku ingatkan sekali lagi jangan lupa mengoleskan salep dari dokter agar ruam dikulit tidak sampai gatal yang membuat tergoda untuk menggaruk, karena dari info temanku yang kena dia merasa sangat gatal. Jadi ini tergantung tiap masing-masing orang ya, yang penting usaha dulu. Dibawah ini aku rangkum saranku menghadapi Cacar Air berdasarkan pengalamanku: 1. Apabila mengalami gejala, saranku langsung saja pergi ke dokter, agar segera ditangani sehingga gejala seperti ruam-ruam tidak bertambah banyak atau parah nantinya atau bahkan komplikasi lain nya. 2. Minum obat dan gunakan salep sesuai anjuran dokter. 3. Jangan memencet atau sengaja menyentuh dengan kasar ruam-ruam yang timbul. 4. Yang paling penting memperkuat sistem imun tubuh kita untuk melawan virusnya dengan tidur yang cukup serata makan makanan yang bergizi (sayur dan buah) dan minum yang banyak dari biasanya. 5. Mandi teratur (aku mandi pakai sabun dettol cair), jaga kebersihan, pakaian, selimut dll 6. Hindari stress, penting banget. 6. Isolasi diri untuk sementara (waktu itu aku harus izin kuliah selama 4 hari, surat izin dari dokter Cuma 4 hari, beruntungnya bekas cacarku tidak nampak) Puji Tuhan setelah kurang lebih seminggu, pada saatnya aku masuk kuliah aku merasa sangat beryukur dan merasa sudah sehat dan segar walaupun sebelumnya mengalami cacar air. Temanku tidak percaya bahwa aku terkena cacar air karena bekas yang terlihat hampir tidak ada. Karena menurut pengalaman mereka bekas atau koreng bekas penderita cacar air biasanya sangat jelas terlihat. Jadi teman-teman, sistem imun tubuh kita sendiri yang paling penting kita jaga agar mampu melawan virus ini dan bahkan terhindar dari virus ini. Oh iya dosenku memberi info bahwa virus ini ada vaksin nya. Jadi kalau ada yang berminat hehe segera vaksin aja.. Sekian and stay happy, stay healthy and stay positive. See u….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

😇😇😇

You're gone. (2)

Contoh Cause and Effect Essay: Long Life