😇😇😇

"This is not a complaint, nor an attempt to blame anyone. It is simply a heartfelt expression from a mother who carries quiet worries about something many may not notice: cigarette smoke around children." Saya menulis ini dengan hati yang berat. Saya adalah seorang ibu dari bayi kecil yang baru saja mengenal dunia ini, yang masih sangat bergantung pada udara bersih dan lingkungan yang sehat. Belakangan ini, saya sering merasa sedih. Kadang juga kecewa. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Saya tahu, merokok adalah hak pribadi. Saya tidak tahu apa yang sedang dilalui oleh mereka yang merokok, mungkin stres, mungkin lelah, mungkin hanya ingin menikmati waktu sejenak. Dan saya tidak ingin merampas ruang itu dari mereka. Tapi izinkan saya bercerita… tentang bagaimana hati saya runtuh ketika saya sedang menggendong bayi saya di pelukan, lalu harus buru-buru pergi karena seseorang merokok tak jauh dari kami. Tentang bagaimana saya kadang merasa tak berdaya, karena saya hanya bisa menghindar. Saya tak berani menegur. Saya tak ingin menyinggung. Tapi saya juga berontak didalam hati karena ini bukan lagi tentang saya tapi tentang bayi saya dan orang-orang yang saya kasihi. Bila teringat bayi saya, tentang paru-paru kecil yang bahkan belum cukup kuat untuk menghadapi dunia, apalagi asap rokok yang tajam dan menusuk. Kecewa? Ya. Karena saya tahu, tak semua orang sadar bahwa satu helaan asap yang mereka keluarkan bisa bertahan di udara lebih lama dari yang mereka kira. Bisa menempel di baju, di rambut, di mainan anak-anak. Bisa masuk ke paru-paru mungil yang belum tahu apa-apa. Sedih? Sangat. Karena saya tahu, tidak semua ini bisa saya ubah. Tapi saya tetap berharap. Saya tidak membenci perokok. Tidak. Banyak dari mereka adalah orang-orang baik yang mungkin belum menyadari betapa berbahayanya asap rokok bagi orang sekitar. Saya percaya, jika mereka tahu, mereka pasti akan mengerti. Karena saya percaya, di hati setiap orang dewasa, ada rasa sayang yang besar terhadap anak-anak, bahkan jika itu bukan anak mereka sendiri. Saya hanya ingin meminta, dengan segala kerendahan hati: jika Anda ingin merokok, tolong lakukanlah jauh dari anak-anak. Jauh dari taman bermain. Jauh dari trotoar tempat ibu menggendong bayinya. Jauh dari ruang terbuka tempat anak-anak belajar tentang dunia. Saya percaya, kita bisa berbagi ruang. Kita bisa saling menjaga. Tidak harus saling menyakiti, tidak harus saling menghakimi. Cukup dengan saling peduli. Dari Seorang ibu yang hanya ingin anaknya tumbuh menghirup udara yang layak untuk masa depannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

You're gone. (2)

Contoh Cause and Effect Essay: Long Life