You're gone.

Dear u....
Kuat itu aku, yang telah jatuh hati padamu, 
tahu sakitnya luka, namun terus mengulanginya saja. 
Lemah itu kamu, datang sebab terluka, lalu pergi sebab bosan dijaga.

Bagaimana mungkin aku mampu untuk terus bertahan melihatmu semudah itu berpaling, 
Menjadi orang yang sangat siap ketika kamu tidak menemukan siapa-siapa lagi untuk berbagi?

Barangkali sejak awal kita tidak seharusnya bertemu, agar inginku tak melulu hanya kamu. Barangkali sejak dulu mestinya kamu tidak pernah berhenti mencintai aku. 
Biar aku yang pintar berlalu, biar aku yang pura-pura lupa pernah sengaja menyakitimu.

Ah tapi apa gunanya? Jika kamu ada diposisiku apa benar kamu tetap memilihku meski aku tak menoleh padamu?

Tak perlu kami tahu sesakit apa aku, yang kuperlu hanya kamu katakan iya untuk rasa sayangku. Paling tidak, aku sudah pernah terjatuh dan kau tangkap meski bukan dengan kedua tanganmu yang menangkap hatiku secara utuh. 
Memang sebagian hatiku hancur,
 namun paling tidak aku pernah tau bagaimana rasanya begitu dicintai.

Yang perlu kamu tau, memilih mu dulu bukanlah pilihan, itu keputusan.
Menyesal bukanlah bagianku, itu bagian mu jika kelak kau menyadari. 
Sebab aku berani bertaruh, belum pernah kamu menemukan hati lain yang cukup gila terus menerus berkata bahwa menanti yang  tak ada ialah bentuk lain setia. 

Ingatlah jika ia menyakiti mu, jangan cari aku.
 Sebab nanti, aku yang akan lebih dulu menemukanmu.
 Jika tak juga aku datang padamu, tetaplah jangan mencari. 
Sebab barangkali yang ingin kamu temukan bukanlah aku melainkan dirimu yang dulu, 
yang sejak lama ada padaku.

Aku mencintaimu, selalu.

-D 
(Phosphenous)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

😇😇😇

You're gone. (2)

Contoh Cause and Effect Essay: Long Life